22/05/2024
Cokelat & Labirin Merah Jambu
Cokelat selalu berhasil mengingatkan aku padamu. Padamu yang dulu selalu memberi Cokelat, hampir setiap minggu. Katamu, Cokelat memberi semangat dan akhirnya kita pun saling bertukar Cokelat sambil tersenyum.
Aku merasa jadi tak tahu malu. Cokelat mengingatkan aku pada wajahmu, mengingatkanku pada matamu yang bulat besar dan bersinar. Mata yang penuh tanya, antusias juga cemas akan hidup.
Cokelat mengingatkanku pada setiap perbincangan yang kita lakukan di bawah temaram lampu malam. Kita berbincang tentang hidup.Membuatku sejenak lupa akan siapa kita, lupa akan beda dunia, lupa akan jauhnya jarak yang terbentang. Cokelat membuatku teringat pesan yang terkirim. Lalu apa kabarmu Cokelat manisku?? Kamu pasti sudah dewasa sekarang.