11/08/2026
VANILLA berasal dari Meksiko dan telah digunakan sejak lebih dari 1.000 tahun yang lalu oleh bangsa Totonac. Setelah wilayah itu dikuasai oleh bangsa Aztec, vanilla menjadi pelengkap minuman cokelat yang disajikan untuk para bangsawan.
Pada abad ke-16, bangsa Spanyol membawa vanilla ke Eropa. Namun, selama ratusan tahun tanaman vanilla sulit dibudidayakan di luar Meksiko karena penyerbukan alaminya hanya dilakukan oleh lebah tertentu yang hidup di sana.
Titik baliknya terjadi pada tahun 1841, ketika seorang anak berusia 12 tahun bernama Edmond Albius menemukan metode penyerbukan tangan (hand pollination). Penemuan ini memungkinkan vanilla dibudidayakan di berbagai negara tropis seperti Madagaskar, Indonesia, Tahiti, dan Uganda.
Saat ini, Madagaskar dikenal sebagai penghasil vanilla terbesar dan berkualitas tinggi di dunia, sementara Indonesia juga termasuk salah satu produsen utama vanilla.