SQ4 Seminar ALQur'an

SQ4 Seminar ALQur'an menjual berbagai macam dan rasa donat

daftarkn diri anda sgra...
23/05/2014

daftarkn diri anda sgra...

20/05/2014


LARANGAN MENJADIKAN ORANG KAFIR SEBAGAI
PEMIMPIN .
Ibnu Katsir menukil sebuah riwayat dari Umar bin
Khathab,
“Bahwasanya Umar bin Khathab memerintahkan
Abu Musa Al Asy’ari bahwa pencatatan
pengeluaran dan pemasukan pemerintah dilakukan oleh satu orang.
Abu Musa memiliki seorang juru tulis yang
beragama Nasrani. Abu Musa pun mengangkatnya
untuk mengerjakan tugas tadi. Umar bin Khathab pun kagum dengan hasil
pekerjaannya. Ia berkata: ‘Hasil kerja orang ini
bagus, bisakah orang ini didatangkan dari Syam
untuk membacakan laporan-laporan di depan
kami?’. Abu Musa menjawab: ‘Ia tidak bisa masuk ke
tanah Haram’.
Umar bertanya: ‘Kenapa? Apa karena ia junub?’.
Abu Musa menjawab: ‘bukan, karena ia seorang Nasrani’.
Umar pun :
— menegurku dengan keras
—— dan memukul pahaku dan berkata: ‘pecat
dia!’. .
Umar lalu membacakan ayat:
‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani
menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian
mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil
mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya
orang itu TERMASUK GOLONGAN MEREKA.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang lalim‘” (Tafsir Ibni Katsir, 3/132).
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ .
Jelas sekali bahwa ayat ini (QS. Al Maidah: 51)
larangan menjadikan orang kafir sebagai :
▬ pemimpin
▬▬ atau orang yang memegang posisi-posisi
strategis yang bersangkutan dengan kepentingan kaum muslimin.
Baca selengkapnya di : http://muslim.or.id/tafsir/menjadikan-orang-kafir-
sebagai-auliya.html

18/05/2014

in sya allah bbrpa hri kdpan vdeo hsil sQ 4.akan sgra dtrbitkn,slmat mnanti...
Dn Senga lncar...

06/05/2014
06/05/2014

Bulan Mei 2014 ini banyak libur nasionalnya ya, Asyiiik...
Cek deh dikalender.

Tapi, Bingung mau ngapain.....?, Tenang aja, Yuk isi hari libur kita dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Ikuti dan Hadirilah....
Seminar Al-Qur'an Ke-IV, Acara yang sejak tahun 2011 telah di ikuti oleh Ribuan pelajar, Mahasiswa dan masyarakat umum. Kini hadir kembali dengan mengusung topik :
"Pemimpin Qur'ani Dambaan Negeri"

Pemateri :
1. Dr.Adian Husaini, MA. (Pakar Pemikiran Islam).
"Sikap Ideal Muslim Indonesia Jelang dan Pasca Peralihan Kekuasaan"
2. Dr. Ahmad Luthfi Fathullah, MA. (Direktur Pusat Kajian Hadits, dan Narasumber Hikmah Pagi TVRI)
"Kepemimpinan Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah"
Hari Kamis, 15 Mei 2014. Pukul 07:30-12:00 WIB. Masjid Al-Ikhlash Jatipadang, Jl.Raya Ragunan No.11 Jatipadang, Ps.Minggu, JAKSEL 12540.

GRATIS!!!
Fasilitas:
Snack, Sertifikat (Untuk 200 pendaftar pertama).
Buruan Daftar, caranya mudah ....
Ketik SMS dengan format:
SQ4_NAMA LENGKAP_SEKOLAH/KAMPUS/INTANSI
kirim ke 0897 300 8794 (Ikhwan), 0852 180 22 663 (Akhwat).
Paling lambat tanggal 12 Mei 2014.

Syukron...

07/04/2014

Kriteria pemimpin Para pakar telah lama menelusuri Al-Quran dan Hadits dan menyimpulkan minimal ada empat kriteria yang harus dimiliki oleh seseorang sebagai syarat untuk menjadi pemimpin. Semuanya terkumpul di dalam empat sifat yang dimiliki oleh para nabi/rasul sebagai pemimpin umatnya, yaitu: (1). Shidq, yaitu kebenaran dan kesungguhan dalam bersikap, berucap dan bertindak di dalam melaksanakan tugasnya. Lawannya adalah bohong. (2). Amanah, yaitu kepercayaan yang menjadikan dia memelihara dan menjaga sebaik-baiknya apa yang diamanahkan kepadanya, baik dari orang-orang yang dipimpinnya, terlebih lagi dari Allah swt. Lawannya adalah khianat. (3) Fathonah, yaitu kecerdasan, cakap, dan handal yang melahirkan kemampuan menghadapi dan menanggulangi persoalan yang muncul. Lawannya adalah bodoh. (4). Tabligh, yaitu penyampaian secara jujur dan bertanggung jawab atas segala tindakan yang diambilnya (akuntabilitas dan transparansi). Lawannya adalah menutup-nutupi (kekurangan) dan melindungi (kesalahan). Di dalam Al-Quran juga dijumpai beberapa ayat yang berhubungan dengan sifat-sifat pokok yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, diantaranya terdapat dalam surat As-Sajdah (32): 24 dan Al-Anbiyaâ (21): 73. Sifat-sifat dimaksud adalah: (1). Kesabaran dan ketabahan. "Kami jadikan mereka pemimpin ketika mereka sabar/ tabah". Lihat Q. S. As-Sajdah (32): 24. Kesabaran dan ketabahan dijadikan pertimbangan dalam mengangkat seorang pemimpin. Sifat ini merupakan syarat pokok yang harus ada dalam diri seorang pemimpin. Sedangkan yang lain adalah sifat-sifat yang lahir kemudian akibat adanya sifat (kesabaran) tersebut. (2). Mampu menunjukkan jalan kebahagiaan kepada umatnya sesuai dengan petunjuk Allah swt. Lihat Q. S. Al-Anbiyaâ (21): 73, "Mereka memberi petunjuk dengan perintah Kami". Pemimpin dituntut tidak hanya menunjukkan tetapi mengantar rakyat ke pintu gerbang kebahagiaan. Atau dengan kata lain tidak sekedar mengucapkan dan menganjurkan, tetapi hendaknya mampu mempraktekkan pada diri pribadi kemudian mensosialisasikannya di tengah masyarakat. Pemimpin sejati harus mempunyai kepekaan yang tinggi (sense of crisis), yaitu apabila rakyat menderita dia yang pertama sekali merasakan pedihnya dan apabila rakyat sejahtera cukup dia yang terakhir sekali menikmatinya. (3). Telah membudaya pada diri mereka kebajikan. Lihat Q. S. Al-Anbiyaâ (21): 73, "Dan Kami wahyukan kepada mereka (pemimpin) untuk mengerjakan perbuatan- perbuatan baik dan menegakkan sholat serta menunaikan zakat". Hal ini dapat tercapai (mengantarkan umat kepada kebahagiaan) apabila kebajikan telah mendarah daging dalam diri para pemimpin yang timbul dari keyakinan ilahiyah dan akidah yang mantap tertanam di dalam dada mereka. Sifat-sifat pokok seorang pemimpin tersebut sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Al-Mubarak seperti dikutip Hafidhuddin (2002), yakni ada empat syarat untuk menjadi pemimpin: Pertama, memiliki aqidah yang benar (aqidah salimah). Kedua, memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas (`ilmun wasi`un). Ketiga, memiliki akhlak yang mulia (akhlaqulkarimah). Keempat, memiliki kecakapan manajerial dan administratif dalam mengatur urusan-urusan duniawi.

Hadirilah seminar alquran tentang'kepemimpinan!
Tgl 15 mei.mesjid alikhlas jatipadang.JAKSEL

07/04/2014

sminar alquran4 akan hdir dbln mei, di msjid alikhls jtpdang.pasar minggu.dgn tema"pmimpin qurani dambaan negeri" dengn pmteri ..
1. Dr. Ahmad luthfi fathullah
Pakar hadis
2. Dr. Adian husaini ,pakar pemikiran dn pnddikan islam.
Untk info lbh lnjut.
kunjungi ...
http://www.facebook.com/seminarquran

menjual berbagai macam dan rasa donat

07/04/2014

indonesia butuh pmimpin sprti dia,,,,?
semoga dia mnjdi pmmpin bngsa ini........

jangan lewtkan seminar qur'an 4, dgn tema
"PEMIMPIN MENURUT ALQUR'AN DAN SUNNAH"

Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin

QS. 3. Aali 'Imraan : 28.

"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."

QS. 4. An-Nisaa' : 144.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?"

QS. 5. Al-Maa-idah : 57.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman."

Larangan Berambisi Menduduki Suatu Jabatan
حديث عبدالرّحمن بن سمرة، قال: قال النّبىّ صلّى الله عليه وسلّم: يا عبدالرّحمن إبن سمرة! لاتسأل الإمارة، إن أوتيتها عن مسئلة وكلت أليها، وإن أوتيتها من غير مسئلة أعنت عليها.
أخرجه البخارى فى: ٨٣ كتاب الأيمان والنذور: ١ باب قول الله تعالى - لا يؤاخذكم الله باللغو فى أيمانكم
(LM:1197)
Hadits diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Samurah, ia berkata: Telah bersabda Nabi SAW: “Wahai Abdurrahman janganlah engkau mengharapkan suatu jabatan. Sesungguhnya jika jabatan itu diberi karena ambisimu maka kamu akan menanggung seluruh bebannya. Namun bila engkau ditugaskan tanpa ambisimu, maka kamu akan ditolong oleh Allah SWT untuk mengatasinya (HR. Imam Bukhari r.a)
ي

Address

Gang Salihan Jatipadang
South Jakarta
12540

Telephone

085523557081

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SQ4 Seminar ALQur'an posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to SQ4 Seminar ALQur'an:

Share

Category