Rumah Khadijah

Rumah Khadijah Sahabat Anak dan Orang Tua Comment di pic/album belum dianggap sbg order jika belum memasukkan order di inbox / mendapat invoice melalui inbox.

Assalamu"alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Terima kasih atas kunjungannya ke Rumah Khadijah
Informasi dan pemesanan harap menghubungi kontak yang tercantum


Untuk pemesanan:
kirim message via inbox ke :
Fanspage Rumah Khadijah
Atau WA ke 085228068977, dengan format:

Nama:
Alamat: (lengkap dg Kecamatan/kode pos)
No HP:
Order: (sebutkan nama item +size/keterangan tambahan lainnya)

Kami akan me

ngutamakan pemesanan melalui WA dibanding melalui comment. Transfer ditunggu maksimal 2x24 jam atau 1 x 24 jam utk barang yg memiliki waiting list (hot item). Pengiriman akan dilakukan dengan JNE/POS/wahana/


Terima kasih atas pengertiannya

Wassalamu"alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Khusnul Nunu
WA 085228068977
Pin D68AA175

08/08/2019
In syaa Allah Sahabat Rumah Khadijah manusia-manusia pilihan dan dijauhkan dari kepura-puraan yaa..
30/11/2018

In syaa Allah Sahabat Rumah Khadijah manusia-manusia pilihan dan dijauhkan dari kepura-puraan yaa..

Bisa Lho Berhijab SEKALIGUS Berhandsock. Hijab ini memang sengaja di design untuk wanita Muslimah yang aktif sekali Berk...
19/08/2018

Bisa Lho Berhijab SEKALIGUS Berhandsock.

Hijab ini memang sengaja di design untuk wanita Muslimah yang aktif sekali Berkendara Sepeda Motor.
Jadilah Hijab Mobile Ummi yang Multifungsi.

Kenapa Hijab Motor ?

Karena,
Hijab Motor mempunyai design unik,yaitu adanya lubang/celah untuk jempol yang bisa digunakan PRAKTIS sebagai handsocks saat mengendarai sepeda motor.

Hijab Motor seperti hijab MULTIFUNGSI , tidak hanya hijab berlengan tetapi sekaligus Hijab Ber handsocks.

Hijab Motor menggunakan bahan kaos pilihan PE Double Super yang dicuci berulang ngga mrudul,tebal, NYAMAN, tidak menerawang, pet lentur. Jahitan bawah dikelim rapi sepenuh hati.

Hijab Motor juga bisa digunakan saat ingin berenang namun tetap syari menutup aurat.

Ukuran standar normal orang tinggi badan 160 cm. Panjang hijab depan 80 cm, panjang belakang 90 cm.

Ecer 105K



Bisa Lho Berhijab SEKALIGUS Berhandsock. Hijab ini memang sengaja di design untuk wanita Muslimah yang aktif sekali Berk...
19/07/2018

Bisa Lho Berhijab SEKALIGUS Berhandsock.

Hijab ini memang sengaja di design untuk wanita Muslimah yang aktif sekali Berkendara Sepeda Motor. Jadilah Hijab Mobile Ummi yang Multifungsi.

Kenapa Hijab Mobile ?

Karena,
Hijab Mobile mempunyai design unik,yaitu adanya lubang/celah untuk jempol yang bisa digunakan PRAKTIS sebagai handsocks saat mengendarai sepeda motor.

Hijab Mobile seperti hijab MULTIFUNGSI , tidak hanya hijab berlengan tetapi sekaligus Hijab Ber handsocks.

Hijab Mobile menggunakan bahan kaos pilihan PE Double Super yang dicuci berulang ngga mrudul,tebal, NYAMAN, tidak menerawang, pet lentur. Jahitan bawah dikelim rapi sepenuh hati.

Hijab Mobile juga bisa digunakan saat ingin berenang namun tetap syari menutup aurat.

Ukuran standar normal orang tinggi badan 160 cm. Panjang hijab depan 80 cm, panjang belakang 90 cm.

Ecer 105K



16/04/2018

Banyak orang mengira, jika Alloh memberikan harta yang banyak kepadanya, itu bertanda Alloh mencintainya. Sebaliknya, jika Alloh mengurangi rizqinya, itu pertanda Alloh menghinakannya. *Ini adalah anggapan keliru. Karena semua itu merupakan ujian dari Alloh Azza wa Jalla. Alloh memberikan harta kepada siapa yang dis**ai atau yang dibenci. Akhirnya seseorang harus menyadari, bahwa semua ini adalah ujian, supaya menghadapinya dengan keta'atan.

Hendaknya seorang hamba tidak membiarkan dirinya diperbudak harta dalam kehidupannya, selalu berangan-angan dan bermimpi untuk mendapatkannya, mencintai dan membenci karenanya, membela dan memusuhi hanya demi harta. Karena hal itu hanya akan membawa kepada kehancurannya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Sepantasnya seseorang itu mengambil harta dengan kemurahan jiwa, agar dia diberkahi di dalam hartanya. Jangan sampai dia mengambilnya dengan ambisi dan rakus.* (al-Washiyatul Kubrâ, hlm. 55, tahqîq : Syaikh Salîm al-Hilâli)

Harta itu adalah ujian, padahal manusia sangat menyukainya.Oleh karena itu, banyak orang yang gagal dalam menghadapi ujian besar ini. Sedikit sekali orang yang bisa bersyukur kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala atas limpahan nikmatNya yang tidak terhitung banyak dan nilainya.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

Kemuliaan dan kehinaan tidak bisa diukur dengan harta

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

Adapun manusia, jika dia diuji oleh Rabbnya, dimuliakan dan diberi kesenangan, maka dia akan berkata, “Rabbku telah memuliakanku”. Sedangkan bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rizkinya, maka dia berkata, “Rabbku telah menghinakanku”. [al-Fajar/89:15-16]

Harta merupakan ujian.

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ ۚ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka ? tidak, sebenarnya mereka tidak sadar. [al-Mukminûn/23:55-56].

Banyak orang gagal diuji dengan harta

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ

ٌDan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi.
[Surat Ash-Shura : 27].

Celaka Orang yang Menyembah Harta.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ ، إِنْ أُعْطِىَ رَضِىَ ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Celakalah hamba (orang yang diperbudak) dinar, dirham, beludru dan kain bergambar. Jika dia diberi dia ridha, jika tidak diberi dia tidak ridha.[ HR. Tirmidzi, no. 2336; Ahmad 4/160; Ibnu Hibbân no. 3223]

23/02/2018

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Larangan
MEMINTA OLEH OLEH kepada ORANG YANG BEPERGIAN

"Kebiasaan hampir sebagian besar masyarakat kita ketika teman, saudara, kerabat, tetangga berpamitan akan bepergian maka kalimat pertama yang diucapkan adalah _meminta oleh oleh_ dg ucapan (Jangan lupa oleh2nya yaa)

"Karena seringnya melakukan ini maka, meminta oleh oleh dianggap sebagai hal yang wajar.

"Ternyata kebiasaan ini merupakan kesalahan yang harus segera dihentikan , karena meminta oleh oleh teman atau kerabat yang bepergian dilarang oleh Rasulullah SAW

"Rasulullah SAW bersabda:
Terus menerus (mksdnya kebiasaan) seseorang itu s**a meminta-minta kepada orang lain hingga pada hari kiamat dia datang dalam keadaan diwajahnya tidak ada sepotong daging pun *(HR. al-Bukhari no.1474 dan Muslim no.1725)*

"Ketika kita meminta oleh oleh sama artinya kita telah membebaninya dengan titipan dan amanah

Hal ini tidak diperbolehkan karena belum tentu orang tersebut akan selamat dan menjaga amanahnya.

Mulai detik ini marilah kita ubah kebiasaan kita minta oleh2 dengan mendoakan keselamatan, kesehatan,dan kelancaran teman, kerabat, dan saudara kita yang berpamitan bepergian

Smoga manfaat,
Barrakallahu fiikum.
Wassalamua'laikum.

✅ *DUA PERKARA YANG DIBENCI MANUSIA* ✅عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ...
22/02/2018

✅ *DUA PERKARA YANG DIBENCI MANUSIA* ✅

عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اثْنَتَانِ يَكْرَهُهُمَا ابْنُ آدَمَ الْمَوْتُ وَالْمَوْتُ خَيْرٌ لِلْمُؤْمِنِ مِنَ الْفِتْنَةِ وَيَكْرَهُ قِلَّةَ الْمَالِ وَقِلَّةُ الْمَالِ أَقُلُّ لِلْحِسَابِ.

_"Dari Mahmud bin Labid bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua perkara yang dibenci anak Adam, (pertama) kematian, padahal kematian itu lebih baik bagi seorang mukmin daripada fitnah (kesesatan di dalam agama). (Kedua) dia membenci sedikit harta, padahal sedikit harta itu lebih menyedikitkan hisab (perhitungan amal)."_
[HR. Ahmad, dishahihkan oleh al-Albâni di dalam ash-Shahîhah]

Hal ini juga sangat difahami oleh sebagian sahabat, oleh karena itu Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata:

"يَا حَبَّذَا الْمَكْرُوهَانِ: الْمَوْتُ وَالْفَقْرُ، وَأَيْمُ اللَّهِ أَلا إِنَّ الْغِنَى وَالْفَقْرَ وَمَا أُبَالِي بِأَيِّهِمَا ابْتُلِيتُ، إِنْ كَانَ الْغِنَى إِنَّ فِيهِ لَلْعَطْفِ، وَإِنْ كَانَ الْفَقْرُ إِنَّ فِيهِ لِلصَّبْرِ

_"Alangkah bagusnya dua perkara yang dibenci (yaitu) kematian dan kefakiran. Demi Allâh, ketahuilah sesungguhnya kekayaan atau kemiskinan, aku tidak peduli dengan yang mana dari keduanya aku diuji. Jika aku diuji dengan kekayaan, maka sesungguhnya di dalam kekayaan itu untuk menolong. Jika aku diuji dengan kefakiran, maka sesungguhnya di dalam kefakiran itu untuk bersabar."_
[HR. Thabrani dan Ahmad di dalam Az-Zuhd]
_________________

01/02/2018

"PERBAIKI JADWAL SHOLATMU, AGAR ALLAH ATUR JADWAL HIDUPMU"

Dibawah ini adalah tulisan Arief Budiman, CEO Petakumpet Advertising di Jogja, penulis buku 'Tuhan Sang Penggoda'.

Kisah penuh nasehat dengan ending yang mengejutkan, juga intropeksi.. Kenapa hidup kita berantakan? Jangan-jangan karena jadwal sholat kita yang juga berantakan..

Selamat membaca!

~~=========~~~

Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya.

Begini jadwalnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam.

Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi.

Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.

Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman, yang ilmu agamanya lumayan.

Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya, "Jadual sholatmu gimana?"

"Jadual sholat? Apa hubungannya?" saya keheranan.

"Sholat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.

" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.

"Sholat dhuhur jam berapa?"
"Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 11:35 lah..." jawab saya.

"Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.

"Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.

Temen saya tersenyum dan berkata, "Pantas jadual hidupmu berantakan."

"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.

"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.

"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.

"Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.

"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.

"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.

Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek.

Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget..

Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.

Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna.

Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A, "Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."

Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.

Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B.
"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada jadual general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."

Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut, "O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"

Dari seberang sana dia menjawab, "OK Mas, nanti saya sampaikan."
Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah SMS masuk, bunyinya:
"Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup."

Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!

Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.

Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya.

Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya.

Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita.

Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.

Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah.

Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.

Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani.

Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.

Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya.

Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya.

Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses d**g. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.

Yuk Resolusi diri di tahun 2018

Perbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta agar dimudahkan segala urusan kita.. manusia cuma bs berencana, Tuhan jualah penentu segalanya.

Remind & Repost
Silahkan Like, Komentar atau Bagikan.

31/01/2018

*KALAU KAU TEMAN BAIKKU, MENGAPA KAU BIARKAN AKU DISIKSA ?*

Aku punya seorang teman baik dari zaman kanak-kanak bernama *Lim Wei Choon*. Sama-sama sejak sekolah dasar sampai ke SMA.

Setelah SMA, aku masuk ke Perguruan Tinggi sedangkan Lim diantar keluarganya utk melanjutkan sekolah ke Amerika.

Kenangan sewaktu kanak-kanak hingga ke zaman remaja terlalu banyak yang bisa dikenang bersama.

Setiap kali hari raya datang, Lim pasti berkunjung ke rumahku untuk menikmati dodol ayahku yang sangat dis**ainya.

Kadangkala, jika ada acara di rumahku, pasti Lim akan ikut serta. Aku jarang ke rumahnya kecuali untuk acara2 seperti menyambut Tahun Baru Cina. Aku takut dengan anjing peliharaan keluarga Lim.

Dengan Lim aku banyak belajar matematika, sedangkan Lim sering belajar Bahasa Malaysia kepadaku.

Kenangan-kenangan seperti memancing, mandi di air terjun, bolos sekolah untuk melihat pertandingan ‘breakdance’, semuanya kami jalani bersama-sama.

Apa yang ingin ku sampaikan adalah, warna kulit dan perbedaan agama tidak pernah menjadi penghalang persahabatan kami.

20 tahun telah berlalu, Lim telah menetap di Amerika setelah berhasil mendapatkan Green Card, ia bekerja disana. Itu yang kutahu dari kakaknya.

Hubungan aku dengan Lim terputus setelah dia melanjutkan sekolah. Maklumlah, di zaman kami dulu tidak ada internet, email atau telepon genggam, yang ada cuma sesekali mengirim kartu pos bertanya kabar. Untuk menulis surat kepada laki-laki sangat malas kami rasakan.

Suatu pagi. Aku bertemu dengan kakak Lim di pasar , kakaknya memberitahu Lim akan pulang ke tanah air. Dan aku sangat terkejut dengan berita yang kudengar dari kakaknya.

“Namanya sekarang bukan lagi Lim Wei Choon. Namanya sekarang Ahmad Zulfakar Lim sejak 5 tahun lalu… Subhanallah!

Syukur Alhamdulillah, teman baikku telah mendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Memang aku tak sabar untuk berjumpa dengannya lebih-lebih lagi setelah menjadi saudara seagama denganku.

Hari yang kutunggu-tunggu telah tiba, dan sore itu aku bertemu dengan Lim dirumahnya. Ada satu perasaan istimewa menyambut kepulangannya.

Ketika aku tiba, tamu2 di rumah Lim sudah banyak yang pulang…

Assalamu’alaikum… Itulah kalimat pertama dari mulutnya, wajahnya sudah jauh berubah, air mukanya amat redup dan tenang.

Aku menjawab salam dan berpelukan dengannya dan kami menangis layaknya kekasih yang sudah terlalu lama terpisah.

Ini dia olang memang sudah lama kawan, dari kecik ini dua olang” Ibu Lim menjelaskan pada beberapa orang tamu yang melihat peristiwa kami berpelukan dan menangis itu.

Tetapi aku bukan menangis karena apa2, tetapi karena amat terharu dan sangat bersyukur melihat keislaman temanku. Lim mengajak aku duduk di halaman rumahnya untuk mengobrol.

Ia masih fasih berbahasa Melayu walau sudah lama berada di perantauan.

Setelah cukup lama mengobrol, Lim bertanya padaku : "Talha, kau teman baikku kan? Betul kan ?"

Aku menjawab : "Iyalah..aku teman baikmu. Kenapa kau tanya seperti itu?"

*Kalau kau teman baikku, kenapa kau biarkan aku disiksa?*

Sorry Lim. Aku tak paham… disiksa? What do you mean?

Coba kau pikir, kita ini teman dari kecil. Aku ingat lagi, rumah kau itu, is my second house, rumah kedua bagiku.

*Tapi, mengapa kau tak pernah ceritakan pada aku tentang Islam?*

Mengapa setelah aku pergi ke Amerika aku baru tahu tentang Islam? Mengapa bukan di Malaysia, negara Islam ini?

*Dan mengapa aku di-Islamkan oleh seorang bekas pendeta Kristen ?*

Aku terdiam, kelu tak mampu menjawab. Dan Lim terus berkata-kata. Kalau betullah kau teman baik aku, Kenapa kau cuma mau baik dengan aku di dunia saja? Kau s**a lihat teman baik kau ini disiksa di dalam api neraka?

Kau tahu, kalaulah aku ini tak sempat masuk Islam hingga aku mati, maka aku akan tuntut semua orang Islam dalam kampung kita ini sebab mereka tak sampaikan dakwah Islam ini pada aku dan keluarga aku serta orang2 non muslim yang lain.

Kau sadar tidak, kau sudah diberikan nikmat besar oleh Allah dengan lahir dalam keluarga Islam.

Tapi, nikmat itu bukan untuk kau nikmati seorang diri, atau untuk keluarga kau sendiri. Kau dilahirkan dalam Islam adalah karena ditugaskan untuk sampaikan Islam pada orang-orang yang dilahirkan dalam keluarga bukan Islam seperti aku.

Aku masih tertunduk dan tak bisa berkata apa-apa karena sangat malu. Berdakwah adalah tugas muslim yang paling utama, sebagai pewaris Nabi, penyambung Risalah.

Tetapi apa yang aku lihat, orang melayu ini tidak ada semangat jihad, tidak ada keinginan untuk berdakwah.

Bagaimana Allah akan menolong bangsa ini kalau bangsa ini tidak menolong agama Allah ?

Aku merasa kesal sendiri… sepatutnya nikmat ini aku bisa gunakan dengan betul dan tepat, karena selagi aku belum pernah berdakwah, jangan berpikir kalau aku sudah bersyukur pada Allah.

Dan satu lagi, jangan dengan mudah aku mencap orang-orang bukan Islam itu sebagai kafir karena kafir itu berarti ingkar.

Kalau aku sudah sampaikan seruan masuk Islam dengan betul, kemudian mereka ingkar dan berpaling, barulah aku boleh panggil mereka kafir.

Aku menjadi sangat malu, karena apa yang dikatakan oleh Lim adalah benar. Dan aku pun tak pernah terpikir selama ini. Aku hanya sibuk untuk memperbaiki amalan diriku sendiri sehingga lupa pada tugasku yang sebenarnya.

Baru aku paham, seandainya tugas berdakwah ini telah aku laksanakan, maka barulah Allah akan memberikan pertolongan, bantuan dan kekuatan serta mempermudah segala urusan dunia dan akhiratku.

Sore itu aku pulang dengan satu semangat baru.

*Aku ingin berdakwah!*

Lim yang baru memeluk Islam selama 5 tahun itu pun telah mengislamkan lebih dari 20 orang termasuk adiknya. Mengapa aku yang hampir 40 tahun Islam ini tidak pernah menyampaikan dengan serius kepada satu orang pun yang bukan Islam ?

Semoga Allah mengampuni diriku yang tidak menyadari apa itu arti nikmat dilahirkan sebagai seorang muslim.
(Kisah diatas dikirim seorang teman Malaysia dalam bahasa Melayu, telah diedit dan disadur ke dalam bahasa Indonesia agar lebih banyak sahabat yg mendapat manfaat, terutama bagi diri saya sendiri.

*Selamat Berdakwah !*

'Sesuatu yang BESAR , dimulai dari LANGKAH kecil dan SEDERHANA .' Siapa yang mampu menggerakkan hati jika bukan karena A...
17/01/2018

'Sesuatu yang BESAR ,
dimulai dari LANGKAH kecil dan SEDERHANA .'

Siapa yang mampu menggerakkan hati
jika bukan karena Allah semata.

Silaturahim ke rumah jahit
yang semuanya PEREMPUAN.
Para Khadijah ini begitu telaten,
sabar dan ikhlas menjalani semua.

Siapa yang tahu apa permasalahan mereka..

Semoga dari yang SEDERHANA ini
Rumah Khadijah mampu memberikan solusi.
Mampu menghidupi, mampu menerangi siapa pun yang membutuhkan.

Semoga dari yang SEDERHANA ini
Rumah Khadijah mampu
melahirkan Produk Original yang dikenal karena manfaatnya, kualitasnya juga cirinya.

Aamiin

Address

Jalan Wates Km 8, 5 Perumahan Jati Sawit Asri
Sleman
55599

Opening Hours

Monday 07:00 - 17:00
Tuesday 07:00 - 17:00
Wednesday 07:00 - 17:00
Thursday 07:00 - 17:00
Friday 07:00 - 17:00
Saturday 07:00 - 17:00

Telephone

085228068977

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Khadijah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Rumah Khadijah:

Share