Maura Bakery and Cafe

Maura Bakery and Cafe hygienic, fresh, no preservative

WARISAN. Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Emak-emak wafat tinggalin resep. Pagi ini entah...
20/04/2023

WARISAN. Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Emak-emak wafat tinggalin resep. Pagi ini entah mengapa aku merasa udara lebih lembab, apakah karena bakalan ada gerhana matahari ? (Kabar yang kuterima begitu). Namun, hal itu tak mengurangi keinginanku untuk memproses kopi campuran. Ini benar benar campuran, kadang kalau beli atau dapat kopi dari kawan, diproses tiap hari, hingga tersisa sedikit. Aku masukkan ke dalam tempat kecil. Bauran biji kopi ngga jelas itu yanh kucoba proses dengan gilingan 7 klik Timemore NanoX, sebanyak 17gr. Kujerang air hingga 96 derajat dan kutekan hingga 9 bar dengan Flair EspressoPro 2. Hasilnya 31gr dengan crema yang gagah. Kupotong LapLeg kiriman yang katanya mempraktekkan resep dari Mertua tercinta Koko (Kodel). Espresso campuran kali ini kayaknya lebih banyak Arabicanya. Tak terlalu pahit, sehingga pas dengan LapLeg yang manisnya juga pas. Menambah semangat, untuk jadi infal … lumayan masa masa lebaran ini….

MEMBACA. Kemarin sore aku mendapatkan kiriman buku, yang menceritakan kisah-kisah yang dituliskan oleh mereka-mereka yan...
19/04/2023

MEMBACA. Kemarin sore aku mendapatkan kiriman buku, yang menceritakan kisah-kisah yang dituliskan oleh mereka-mereka yang menyebut dirinya pejuang konservasi. Bukan tentang laporan hasil proyek konservasi mereka (yang sudah tersebar di berbagai jurnal dan konferensi internasional), melainkan kisah-kisah pribadi yang dialami ketika berada di hutan, di sungai, di lokasi perkebunan sawit tak bertepi atau savana yang tak terjaga. Membuka plastik yang membungkus buku (kenapa ya sekarang buku kok diperlakukan kayak makanan harus dibungkus plastik?). Kayaknya bakal menemani liburanku kali ini. Tentu saja, ditemani dengan espresso yang kurangkai dari 70 Arabica dari Rwanda dan 30 Robusta dari Letefoho.Keduanya disangrai gelap sehingga aku memutuskan panas air 94 cukup untuk mengeluarkan aroma dan badan kopi dengan perbandingan 17gr menjadi 33.7gr. Kopi dan buku… menenggelamkan malam yang mulai terang. Kapan terakhir kali dirimu membaca BUKU?

Merk ini ternyata sudah ada di sini … katrok bingit ik baru tahu…
15/04/2023

Merk ini ternyata sudah ada di sini … katrok bingit ik baru tahu…

BEDA ITU BIASA. Hari ini aku mencampurkan biji kopi dari Rwanda dan Kenya. Padahal yang dari Kenya sendiri sudah mencamp...
13/04/2023

BEDA ITU BIASA. Hari ini aku mencampurkan biji kopi dari Rwanda dan Kenya. Padahal yang dari Kenya sendiri sudah mencampurkan antara Arabica dan Robusta. Karena lagi malas olahraga, aku giling dengan Baratza Encore 2 klik. Hasil gilingannya entah kenapa lebih dekat ke bau kopi robusta. Tercium pahit gitu. Oh ya kedua kopi itu disangrai tengahan. Ngga terlalu hitam dan ngga terlalu coklat. Kali ini aku proses dengan Flair Pro 2 dalam waktu 26 detik. Dari campuran 19gr (10 Gr Kenya dan 9 gr Rwanda)!aku tekan dengan 8 bar dan panas air 95 derajat. Saat kucecap, Body robusta kopi begitu mendominasi di mulut. Namun ketika kusapu lidahku pada bibirku, terasa manis kacang-kacangan (nougat). Enak juga, robustanya mendorong mataku terbuka, nougatnya memunculkan rasa bahagia. Berbeda itu ternyata tidak hanya biasa tapi bisa indah juga. Ketika Soekarno yang dididik dengan pendidikan Belanda hingga meraih gelar tukang insinyur, beliau berbalik menggunakan kepandaiannya untuk melawan Belanda. Berbeda dengan teman-teman sekolahnya yang memilih mengabdi menjadi teknisi Belanda membangun di wilayah Nusantara. Namun, saat Soekarno masih ragu untuk mengumumkan kemerdekaan, pejuang-pejuang muda tidak sabar kemudian menculik dan mendesak Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaannya, tanpa ada Restu Jepang. Selalu dibutuhkan orang-orang yang berani tampil beda untuk mengakselerasi gerak kumpulan. Risikonya, kalau “sukses” maka bapak tirinya banyak, jika gagal, sang pembeda itu akan dihujat kumpulannya. Apapun itu, berbeda itu biasa… karena keberagaman adalah karunia semesta

15gr…
11/04/2023

15gr…

ROCK n ROLL. Biasanya aku menyeduh kopi pagiku dengan alunan musik jazz. Ditemani Diana Krall the look of love sungguh m...
09/04/2023

ROCK n ROLL. Biasanya aku menyeduh kopi pagiku dengan alunan musik jazz. Ditemani Diana Krall the look of love sungguh membangkitkan semangat. Desah lembutnya membantuku menapaki hari.
Namun pagi ini, aku ambil biji kopi hasil sangrai dari Pana Coffee (bener yang ini ngga ya) yang diberi cap rock n roll. Maka kugiling dengan tangan pakai Sang Komandan. Kali ini pakai 7 klik. Kupanaskan tabung Flair Espresso Pro2, dengan suhu 96 derajat.
Aku tekan sekitar 8 bar dalam waktu 20 detik, dari 19gr biji kopi hanya kuhasilkan 28gr. Kusruput sambil mendengarkan teriakan Freddie Mercury… Another one bites the dust, Queen… yeaahhh 🤟🏼

08/04/2023
A Moment of Silent…
08/04/2023

A Moment of Silent…

SAMA SUMBER. Pagi inj kopiku kuolah dari biji yang ditanam oleh petani-petani gurem (kistermelok) di Daerah Karambi - Rw...
08/04/2023

SAMA SUMBER. Pagi inj kopiku kuolah dari biji yang ditanam oleh petani-petani gurem (kistermelok) di Daerah Karambi - Rwanda. Negara yang pernah luluh lantak persaudaraannya antara etnis Hutu dan Tutsi. Saling bantai seolah tak melihat lagi bahwa yang dibantai adalah sesamanya manusia. Hari ini mereka sudah bersaudara. Tidal mau lagi dikotak-kotakkan berdasarkan penyekatan etnis yang dilakukan penjajahnya dulu, maka kopi jni bisa terbang ke Austria dan dijajakan di sebuah cafe kecil di pinggiran kota Wina.
Disangrai secara terang (light), aku menakar 2x, sama sama 19gr dan kugilas dengan Baratza Encore 2 klik. Hasil gilingan yang pertama kuproses menggunakan mesin lama dengan panas air yang tak biaa kuukur dan tekanan 9 bar. Yang kedua, aku proses secara manual, kujerang air sampai 96 derajat, kupanaskan tabung Flair Espresso Pro 2 dan kutekan sekitat 8-9 bar. Dengan rasio 1:1,5 di keduanya, hasilnya cremanya muncul malu-malu. Aku menduga karena sudah terlalu lama dari proses menyangrainya. Ketika aku cecap... Waduh.. Bisa beda jauh ya. Yang menggunakan mesin lebih terasa di mulut (mouthfeel) dengan ada rasa teh yang cukup kuat. Ada rasa asin di ujung lidah. Sementara yang manual, badan kopi lebih terasa setelah kopi ditelan dan rasanya lebih manis kayak ada buah buahannya.
Sumber biji kopinya sama, pengalaman membuatnya berbeda, menghasilkan rasa yang beda.

Address

Jalan Kapt. Piere Tandean Ruko No 09 Sunindo Plaza
Semarang
50132

Opening Hours

Monday 08:00 - 21:00
Tuesday 08:00 - 21:00
Wednesday 08:00 - 21:00
Thursday 08:00 - 21:00
Friday 08:00 - 21:00
Saturday 08:00 - 21:00
Sunday 08:00 - 21:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Maura Bakery and Cafe posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category