Di wilayah Kabupaten Purworejo, lebih tepatnya Dusun Krajan, Desa Kaligono, Kaligesing terdapat satu jajanan manis dan enak. Satu jajanan ini merupakan kulineran yang sangat cocok untuk oleh-oleh bila berkunjung ke Purworejo. Wingko, nama jajanan itu. Wingko yang sejenis kue itu, terbuat dari kelapa muda, tepung beras ketan dan gula. Wingko biasanya berbentuk bundar atau juga bisa kotak-kotak, dis
ajikan dalam keadaan hangat atau sudah dibungkus dengan kertas. Kombinasi gula dan kelapa membuat kue ini memiliki rasa manis dan gurih. Indriatiningsih, yang kini mengelola jajanan wingko asli Kaligesing, memproduksi kue wingko 10 tahun lalu. Ketika itu saudara-saudara yang berlibur atau mudik minta dibelikan wingko yang biasa ia dapatkan hingga ke Kulonprogo. Ia pun lantas terinspirasi untuk bisa memroduksi sendiri. Dengan modal nekat ia mencoba belajar dari buku. Sayang, saat dites rasa oleh suaminya masih dinilai hambar. Suatu saat ia berkunjung ke Kalimantan. Betapa kagetnya mengapa ada wingko di Kalimantan. Kata saudaranya, wingko itu dari Magelang. Ia bergegas ke Magelang, sekembali ke Jawa. Satu hari penuh ia berguru. Sekembali ke Purworejo, dengan modal pinjaman di koperasi ia mulai praktik untuk mengembangkan kue wingko. Berkali-kali ia coba hingga dipersepsi layak untuk dijual. Wingko yang sekarang sudah terjual di beberapa toko di Purworejo, bahkan sudah sampai Magelang ini diproduksi oleh tangan-tangan trampil lokal. Di ruang produksinya kini terlihat dinamika ala industri rumah tangga. Indriatiningsih menjadikan Indriati sebagai brand name-nya. “Ini kemasan pertama kami. Sekarang balik ke warna hijau,” jelasnya kepada harianpurworejo.com tentang kesejarahan packaging branding yang ia lakukan. Ia mengerti benar bagaimana upaya komunikasi pemasaran secara bertahap kudu disikapi. Quality control of product, pricing strategy, placement/distribution, promotion, publicity, packaging, bukan hal yang asing baginya. Di raknya tampak bejibun buku-buku tebal sebagai referensi. Diceritakannya, banyak tamu wisata Dewi Kano berkenan untuk berkunjung. Hingga kini, Indriatiningsih tidak tutup mata terhadap semua pihak yang turut andil mendukungnya. Ia berbagi kesempatan kepada warga setempat untuk turut membantunya. Ia juga hanya menerima pemasok kelapa muda dari lahan-lahan sekitarnya, yang telah terjamin kepercayaan atas kualitasnya. Kaligono yang dataran tinggi itu memang telah dikenal sebagai salah satu penghasil durian, manggis, cengkeh, kopi dan kelapa. Kini, beberapa mahasiswa pun berkesempatan diskusi dengannya, dalam berbagai kesempatan. Anna Probowati, pengelola salah satu perguruan tinggi di Purworejo mengakui hal itu. Salah satu mahasiswanya berkesempatan menimba ilmu, turut terjun di lapangan, lebih dari sekadar diskusi. (Red-HP99/Alwin Kamal)
http://harianpurworejo.com/2016/09/22/wingko-dari-atas-gunung/