Legitcake

Legitcake Pemesanan Melalui inbox http://www.legitcake.com/
Pemesanan ke Pin BB : 2263 AA5A

16/06/2025

Sejarah

26/03/2022
23/02/2022
Mantap Cara membuat Ou ie / uyen / talas goreng khas Pontianak yg mudah dan anti gagal. Dicoba yuk!Terima kasih atas req...
28/02/2019

Mantap Cara membuat Ou ie / uyen / talas goreng khas Pontianak yg mudah dan anti gagal. Dicoba yuk!

Terima kasih atas request kulinernya. Resep kuliner kali ini, terkenal dengan nama talas goreng, uyen, keladi goreng dan bujan kalo di bangka. Kalo di Pontianak, disebut ‘ou ie’ dalam bahasa tiociu. Ou ie sendiri bisa dibeli di jalan siam Pontianak dan ada juga dijual di parwasal dan bpas Siantan.

Talas goreng nikmat ditemani dengan secangkir kopi, cemilan ini dapat dinikmati untuk sarapan atau untuk mengganjal perut. Membuat talas goreng yang special mudah sekali lho, yuk kita coba membuat resep talas goreng tepung berikut ini.

Bahan:
1 kg talas (berat bersih, tanpa kulit)
100 gr kacang tanah (goreng)
150 gr terigu+1 sdm maizena
100 ml air
secukupnya garam+kaldu jamur+lada

Bumbu halus:
5 bh bawang putih
5 bh bawang merah
Bahan saos sambal uyen:
20 bh cabe merah keriting
5 bh rawit merah
3 bh bawang putih
3 sdm sambal botol
500 ml air
secukupnya garam+gula
secukupnya air perasan jeruk nipis/cuka putih

Langkah:
1. Talas ponti. Biasa dikirim dgn balutan tanah biar gk cepat rusak. Pengolahannya: buang kulit+tanah dgn cara dipotong.

2. Kupas bersih talas, bilas dgn air matang. Lalu serut kasar.

3. Masukan semua bahan jadi 1. Aduk sampe tercampur rata. Jangan overmix nanti talasnya hancur berair.

4. Ambil secukupnya adonan. Bulatkan lalu goreng di minyak banyak (api sedang) sambil sesekali diaduk. Goreng sampe berubah warna kuning keemasan.

5. Cara buat sambal: Blender/ulek cabe merah keriting+rawit merah+bawang putih. Siapkan panci, kasi air+ulekan cabe+sambel botol+garam+gula. Masak sampe matang biar gk bau langgu/mentah. (pake api kecil). Matikan api. Kasi perasan jeruk/cuka. Tes rasa (rasanya harus asem manis pedas).

6. Talas goreng is ready ☺️👍

Demikian resep hari ini, semoga bermanfaat. sampai jumpa di resep enak selanjutnya. Silahkan share and Jangan lupa follow Rudy Lim. Terima kasih

sumber: Melz Kitchen
https://cookpad.com/id/resep/963710-talas-goreng-uyen

Cake
25/04/2017

Cake

All Varian
25/04/2017

All Varian

Oldies varian
25/04/2017

Oldies varian

New Varian
25/04/2017

New Varian

Biskuit caramel wijen
21/06/2016

Biskuit caramel wijen

Bisnis Bukan Sekedar Untung Rugi, Namun Surga NerakaBanyak pengusaha menghalalkan segala cara untuk meraih targetnya. Da...
05/01/2015

Bisnis Bukan Sekedar Untung Rugi, Namun Surga Neraka

Banyak pengusaha menghalalkan segala cara untuk meraih targetnya. Dan tidak sedikit juga menggunakan cara-cara keji untuk mendapatkan harta, bisa dengan suap, korupsi, dan mengurangi timbangan. Ini adalah perilaku para pengusaha yang jauh dair berkah. Pastilah hidupnya diliputi dengan kekhawatiran dan was-was (jika ia masih beriman).
Karena sejatinya, bisnis bukan sekedar untuk rugi, namun menyangkut urusan surga dan neraka.
Misalnya saja ayat berikut ini yang menjelaskan bagaimana hubungan mengurangi takaran dengan surga dan neraka:
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al Muthoffifin: 1-3).
Ibnu Katsir berkata,
“Allah membinasakan dan menghancurkan kaum Syu’aib dikarenakan mereka berbuat curang dalam takaran dan timbangan.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 508).
Wail itu sendiri -menurut Tafsir Al Jalalain-,
“Kalimat yang menunjukkan siksa atau lembah di Jahannam.”
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, penduduk di kota tersebut sering bermain curang dalam takaran. Turunlah ayat ‘celakalah al muthoffifin’. Setelah itu barulah mereka memperbagus takaran mereka.” (HR. An Nasai dalam Al Kubro. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan dalam Sunan Ibnu Majah no. 1808).
Dan berikut penjelasan mengenai yang memakan harta riba:
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahalAllah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (TQS. Al-Baqarah: 275).
Itu artinya, aktivitas bisnis sekecil apapun akan dipertanggujawabkan. Apalagi jika memakan riba. na’udzubillah. Wallohua’lam.
Sekian share saya kali ini, semoga manfaat ya..
Pagi
Lupa Sedekah Tiap hari

Address

Pemalang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Legitcake posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share