29/02/2020
Berbagi Gurihnya Laba , Tawarkan Franchise Waralaba Sejak 2013. Kini 2020 sudah ada 10 cabang. Info WA 0858.5035.8188.
Kontan-Co-Id News JAKARTA. Masih ingat Rosidah W. Utami? Namanya populer di berkat racikan khusus bermerek Donat Kampoeng Utami (DKU). Bukan hanya di Indonesia, pasar racikannya pun sudah merambah negara lain seperti Malaysia, Singapura, Belanda hingga Inggris.
Donut buatan Rosidah juga punya banyak penggemar. Rosidah mengklaim tepung tersebut mampu menghasilkan dan enak. Jika sebelumnya, ia hanya menjual donut secara tradisionil, sejak 2009, Rosidah memasarkan donutnya secara lebih modern.
Selain membuka berkonsep modern dengan memajang dengan apik produk-produknya, ia juga menggunakan brand Roshberry - DKU Donuts and Coffee. Kemudian, di gerainya, Rosidah juga menyediakan zona WiFi. Toko tersebut membidik pasar premium dengan 24 pilihan rasa.
Selain itu ia juga melengkapi tokonya dengan , , , dan serta minuman ringan. Ia mematok harga, antara lain untuk donut Rp 4.000 per buah, sementara tartnya dibanderol Rp 84.000.
Untuk memperbesar usahanya, sejak awal tahun ini, Rosidah menawarkan dengan paket sebesar Rp 50 juta. "Booking fee Rp 10 juta. Lalu, 14 hari kemudian melunasi sisa Rp 40 juta," kata Rosidah. Namun, calon mitra harus mencari sendiri tempat berjualan. Balik modal 9 bulan.
Dengan paket itu, mitra mendapat perlengkapan, , bahan baku serta untuk 600 donut. Mitra juga wajib membeli bahan baku utama berupa . Harga tepung mulai Rp 50.000 hingga Rp 200.000 per 1,5 kg. Mitra wajib memberikan laporan pertanggungjawaban penjualan, dan melakukan pemasaran di radius 10 km dari lokasi toko.
Mitra disarankan memilih lokasi di sekitar pasar swalayan, tempat rekreasi, sekolah, kampus. Rosidah memproyeksi, mitra bisa meraup omzet berkisar Rp 40 juta-Rp 50 juta sebulan. "Laba bersihnya sekitar 10%-12 %," targetnya.
Mitra diharapkan balik modal dalam waktu 9 bulan. Jika mitra bisa mencapai target penjualan, Rosidah akan memberikan bonus berupa potongan harga beli bahan baku.
Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia, Amir Karamoy menilai, bisnis donut dan kopi cukup berprospek. Pasalnya, orang di perkotaan membutuhkan toko semacam ini untuk berkumpul santai alias nongkrong, bahkan tempat negosiasi bisnis. "Jadi pasarnya dari anak muda hingga orang tua,"
Sumber: Kontan News - Kompas 2013 - TAWARAN KEMITRAAN
Meracik laba donut bikinan Ny. Rosidah-DKU.
https://m.kontan.co.id/news/meracik-laba-donut-bikinan-ny.-rosidah
No.1 dari 50 Juta kata Google 'DONAT INDONESIA'.