11/09/2017
Sukses bisnis bermodal KEPERCAYAAN.
Oleh: Rhenald Kasali, Ph. D.
------------------------------------
Sebagai seorang tokoh besar sepanjang sejarah, Nabi Muhammad SAW memiliki banyak sisi. Beliau bukan sekedar Nabi bagi umat Islam, tapi juga sosok yang patut ditiru oleh manusia manapun melampaui batas-batas etnis dan agama. Beliau adalah suri tauladan bagi segenap umat di seluruh penjuru dunia.
Namun sayang, dalam kapasitasnya yang begitu besar, kebanyakan literatur yang ditulis oleh para cerdik cendekiawan, acapkali hanya memandang beliau sebagai sosok Nabi dan pemuka agama bagi kaum muslimin. Sangat sedikit buku yang mengekspos sosoknya sebagai wirausahawan ( _entrepreneur_ ) atau _businessman_ ulung. Tidak salah jika sebagian orang kemudian meniru beliau sebatas simbol-simbol fisik keagamaan, dan bukan sosoknya secara substansif yang mampu mencerahkan umat manusia.
Padahal, sejarah menegaskan, jauh sebelum masa kerasulan-nya, Muhammad dikenal sebagai wirausahawan sejati. Ia merintis usaha dari bawah dengan mermodalkan kepercayaan ( _trust_), sehingga wajarlah ia mendapat sebutan _Al-Amiin_. Tak hanya merintis usaha, tapi juga sukses membangun kerajaan bisnis di Jazirah Arab waktu itu. Nyaris seluruh pelaku bisnis di Jazirah Arab mengenal, segan, dan dalam pengaruhnya.
Sesungguhnya kepercayaan diperoleh Muhammad tidak timbul begitu saja, melainkan dibangun sedepa demi sedepa. Ibarat tanaman, kepercayaan harus dipupuk dan disiram setiap saat agar tumbuh dan berbuah manis. Beliau sadar betul, hanya kepercayaanlah yang membuat orang lain respek terhadapnya. Sebuah modal besar bagi visi jangka panjangnya.
Bagi masyarakat Arab ketika itu, Muhammad selain dikenal kenabiannya, ia juga masyhur dikenal sebagai sebuah _"brand"_ yang memancarkan banyak arti, seperti kejujuran, keuletan, kreativitas, dan visioner. Siapapun yang menjalin bisnis dengan beliau akan sangat menguntungkan. Tidak salah jika mitra bisnisnya berkembang ke mana-mana, tidak hanya dari kalangan bangsa Arab melainkan lintas etnik dan geografis.
Salah satu mitra bisnisnya yang sangat terkenal adalah Siti Khadijah, seorang konglomerat Arab kenamaan. Banyak kalangan menilai keberhasilan bermitra dengan Khadijah lebih bernuansa politis daripada bisnis. Namun bagi saya, keberhasilan ini adalah sebuah upaya yang sangat visioner dari seorang Muhammad. Membangun aliansi strategis ( _strategic alliance_) agar bisnisnya dapat tumbuh dan berkembang. Menjadi sebuah _"river company"_ yang mensejahterakan banyak orang.
Apa yang ditanamkan Nabi Muhammad sejak awal sesungguhnya merupakan alat pembelajaran yang penting bagi para entrepreneur muda, tua, maupun bagi para calon entrepreneur. Bill Gates, Andi Groove, Muchtar Riadi dan seterusnya, semua berhasil karena kerja keras dan kepercayaan. Bisnisnya berkembang bukan hanya buat dirinya, melainkan juga untuk kemaslahatan masyarakat.
Saya percaya, buku ini dapat membantu siapa saja - utamanya kaum muda - untuk bekerja dengan karakter yang tulus: Bahwa semua yang diinginkan akhirnya dapat dicapai asalkan ada kesungguhan dan kejujuran. Bahwa bisnis yang kita geluti niscaya juga akan sukses, jika kita mau menduplikasi karakter Muhammad SAW dalam bisnis. Buku ini memotivasi kita untuk melakukan bisnis seperti Muhammad SAW, berkarakter dan beretika.
Semoga buku yang kini hadir di tangan Anda ini, mampu memberikan jawaban bagi kondisi bisnis kita saat ini yang sedang dirundung masalah kredibilitas. Sebab modal utama berbisnis adalah KEPERCAYAAN, KEPERCAYAAN, dan KEPERCAYAAN. Dan modal itu, jauh-jauh hari keampuhannya telah sukses dibuktikan oleh Muhammad SAW. dengan sukses dan gemilang.
Selamat membaca!
***
Diikutip dari buku "RASULULLAH'S BUSINESS SCHOOL"