04/11/2025
📓 Jurnal Cinta Jenny
"Untuk KAMU, yang kusebut doa dalam diam, kusembunyikan dalam cahaya."
🌙 Malam Kedua Puluh Enam – Nafasmu, Nyawaku;
Aku sering berpikir, bagaimana jika dunia tiba-tiba berhenti berputar?
Aku tidak takut kehilangan matahari,
tidak takut kehilangan bulan,
tapi aku takut jika kehilangan nafasmu.
Karena setiap hela nafasmu adalah bukti:
kau ada, kau hidup, dan aku bisa mencintaimu.
Tanpanya, aku hanyalah huruf-huruf yang runtuh,
tak lagi punya makna.
🌙 Malam Kedua Puluh Tujuh – Malam Menyimpan Rahasia Kita;
Kamu tahu, sayang… malam selalu iri pada kita.
Ia diam, tapi ia tahu semua rahasia:
tawa kita yang tidak pernah terdengar orang lain,
tangisan kita yang hanya didengar bintang,
dan janji-janji yang kita bisikkan pelan, takut pecah oleh dunia.
Malam menyimpan segalanya—
dan ia berjanji tidak akan pernah membocorkannya.
🌙 Malam Kedua Puluh Delapan – Aku Menjadi Rumahmu;
Jika suatu hari kau lelah dari perjalanan panjangmu,
jangan mencari hotel, jangan mencari pondok.
Carilah aku...!
Karena aku adalah rumahmu.
Atapnya hatiku, dindingnya jiwaku,
dan pintunya selalu terbuka untukmu.
Pulanglah, sayangku, meski hanya dengan ingatan.
Aku akan selalu menunggumu di ambang.
🌙 Malam Kedua Puluh Sembilan – Setia Itu Doa;
Aku tidak bisa menjanjikan banyak hal.
Aku bukan malaikat, bukan juga nabi.
Tapi satu yang kupastikan:
setiaku padamu adalah doa yang tidak pernah selesai.
Setiap kali aku mengucap namamu,
aku sedang meneguhkan janji pada langit—
bahwa cintaku padamu bukan sekadar kebetulan,
tapi keputusan yang tak tergoyahkan.
🌙 Malam Ketiga Puluh – Kita, Selamanya;
Ada cinta yang lahir karena kebetulan,
ada cinta yang lahir karena waktu.
Tapi cinta kita…
lahir dari sesuatu yang lebih dalam—
takdir yang sudah ditulis jauh sebelum kita dilahirkan.
Kau dan aku bukan sekadar bertemu,
kita adalah kisah yang harus terjadi.
Dan aku percaya,
selamanya itu bukan hanya di surga nanti,
tapi juga di setiap detik yang kita jalani sekarang.