17/10/2020
Cek koloni Kele Ku Madu🐝
Lebah Kele atau yang disebut juga dengan lebah trigona/klanceng,disetiap daerah lebah ini mempunyai nama yang berbeda beda. Kususnya didaerah bali lebah ini lebih dikenal dengan sebutan lebah kele.
Manfaat madu kele dan perbedaannya dengan madu lain
Madu kele dan madu biasa pada dasarnya memang memiliki beberapa perbedaan, namun keduanya sama-sama memiliki beragam khasiat untuk menjaga kesehatan tubuh. Berikut beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan saat rajin mengonsumsi madu kele, yaitu:
Kaya Antioksidan
Manfaat madu kele yang pertama adalah terkenal memiliki kandungan antioksidan, yang selama ini kita tahu sebagai zat penangkal terhadap risiko terkena berbagai macam penyakit. Madu kele memiliki senyawa antioksidan bernama protacatechuic acid (PCA), 4-hydroxyphenylacetic acid, dan serumen. PCA merupakan antioksidan kuat yang terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka.
Antibakteri
Manfaat madu kele ini datang dari kandungan hidrogen peroksida, flavonoid, senyawa fenolik, dan peptida antibakterial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi madu kele dapat menyembuhkan infeksi akibat bakteri E. coli, B. subtilis, P. syringae, M. luteus, B. megaterium, dan B. brevis. Hidrogen perokside juga merangsang produksi sitokin yang merupakan respon tubuh untuk membunuh bakteri jahat dan neutrofil untuk melawan bakteri.
Antiperadangan
Berikutnya, madu kele juga mengandung senyawa fenolik yang dapat melawan proses peradangan di dalam tubuh. Fungsi ini mirip dengan reaksi antioksidan yang dapat mencegah terjadinya stres oksidatif yang dapat mengakibatkan munculnya berbagai masalah kesehatan pada tubuh, seperti tumor dan kanker.
Selain dapat dikonsumsi secara langsung , madu kele juga dapat dijadikan campuran minuman kesehatan sebagai pengganti gula dan masih banyak manfaat lainnya.
Perbedaan Madu lain dengan Madu Kele
Mengingat kedua madu ini dihasilkan dari jenis lebah yang berbeda, maka karakteristik madu yang dihasilkan juga berbeda. Berikut beberapa perbedaan madu kele dengan madu lainnya:
Rasa Lebih Asam
Madu kerap identik dengan rasanya yang manis, tak terkecuali madu kele. Hanya saja, kamu juga akan merasakan sedikit asam pada madu kele karena kadar keasaman madu ini mencapai 3,05-4,55.
Tekstur madu kele juga cenderung lebih encer dari madu biasa karena kadar airnya lebih banyak, yakni berkisar antara 30-35 persen. Dari segi fisik, madu klanceng memiliki warna cokelat amber.
Selain madu, lebah kele juga menghasilkan bee pollen dan propolis yang sering diolah menjadi produk kesehatan karena memiliki manfaat bagi manusia. Bee pollen adalah butiran tepungsari bunga jantan yang merupakan makanan tambahan bagi lebah, sedangkan propolis adalah lem lebah untuk melindungi sarang dari serbuan predator.
Lebih Mahal
Selain rasanya lebih asam, ternyata harga madu kele juga relatif lebih mahal. Meski tidak seterkenal madu biasa, budidaya madu kele juga memiliki sisi ekonomis bagi peternaknya. Dari harganya, madu klanceng berharga lebih mahal dari madu biasa karena memang lebah kele tidak menghasilkan madu yang berlimpah, yakni hanya 100-200 ml saja per 3 bulan.
Meskipun demikian, peminat lebah kele terbilang sangat banyak, lebahnya pun relatif lebih mudah dibudidayakan. Lebah ini tidak bersifat agresif dalam mempertahankan sarangnya sehingga berisiko kecil menimbulkan cedera pada manusia akibat gigitan lebah.