05/04/2017
💖 Yang Penting Kan.. Aku Paham 💖
Pagiku hilang, dan malam selalu panjang. Begitu sepanjang waktu, menjadi rutinitas yang kontinuitas. Mungkin sedikit berlebihan tapi itulah faktanya. Hingga lupa nikmatnya secangkir kopi dengan sepotong roti pada pagi yang cerah. Kicau burung tidak merdu lagi di telinga, karena suara jangkrik selalu penuhi memori otak.
"Omoo.. Praktikum lagi, fieldtrip lagi, lagi-lagi laporan, besok TM, besoknya lagi kerjain DHP, dilanjutkan asistensi DHP, lagi-lagi revisi, corat-coret sana sini," celetuk Painem memecah riuhnya kelas pagi,
"Nikah aja kali ya," sambar Hanif dari pojok belakang.
"Gila.. Kamu pikir nikah segampang goreng kerupuk!" jawab Painem.
"Goreng kerupuk juga kalo berhasil, kalo minyaknya kurang panas? Ya kalau bisa ngembang, nah kalo bantet? Apalagi nikah?" sahut Sugeng yang kemudian melanjutkan pengumuman fieldtrip untuk minggu depan.
Kelas sudah berakhir setengah jam yang lalu, namun Paijo masih saja sibuk dengan beberapa materi yang kelewatan dicatatnya. Buku beberapa teman sekelasnya dipinjam untuk disatukan dalam catatannya, tulisannya memang susah dibaca namun dijamin pasti paling lengkap di antara mahasiswa yang lainnya. Sebenarnya ada waktu 50 menit untuk istirahat sebelum kelas yang kedua dimulai kembali, namun Paijo memutuskan untuk tinggal di kelas saja.
Beberapa waktu berselang.....
"Cihuy... Ku senang laa. Kuis ku dapat 90," kata Painem setelah tahu hasil kuis mekanika tanahnya sangat memuaskan.
"Ku ugha ugha ugha.. 90 nih rek," sahut Nuri tak kalah hebohnya dari Painem.
"Jooo. Paijooooo. Berapa? Pasti 100 ya?" tanya Painem.
"Engga.. Aku dapet 0 sih. Hehe," jawab Paijo dengan santainya.
"Heee.... Bohong pasti. Mana mungkin kamu dapet segitu jo, catetan terlengkap. Duduk selalu di depan, selalu merhatikan dosen, selalu tanya tiap ada hal yang ga dimengerti. Ga lucu ah becandanya. Sini jo lihat," Painem berlari kecil ke arah Paijo yang masih sibuk membagikan hasil kuis teman-temannya. Tanpa permisi, Painem mengambil kertas hasil kuis Paijo.
"Ga percayaan sih," kata Paijo.
"Udah siniin kertasnya, ini nih yang bagian sini aku salah masukin data jadi hasil akhirnya salah deh," katanya melanjutkan penjelasannya.
"Percuma d**g tadi malem nyiapin sampe jam 3 malem, trus ini catetanmu yang terlengkap buat apa d**g? Kok kamu santai sih, nilai kuis ini bakalan ngebantu 50% nilai UTS mu loh. Emang gak takut nanti dapet C atau lebih kecil lagi, 4 sks loh....." ujar Painem.
"Huss Painem gaboleh ngomong kaya gitu," sahut Nuri sambil menutup mulut cablak Painem.
Setelah kejadian itu, seisi kelas tiba-tiba hening seketika dan satu persatu meninggalkan ruangan kelas. Jam itu dosen hanya membagikan nilai kemudian meninggalkan ruangan karena ada urusan yang harus diselesaikan.
Nuri mendekati Paijo yang sedang merapikan buku-bukunya, "Jo, kenapa? Kamu sakit hati sama omongan Painem tadi?"
"Enggak lah, ya memang begitu kenyataannya. Aku salah masukin data waktu ngerjainnya, aku baca data soal nomer 2 buat ngerjain nomer satu. Ya gapapa lah Nur, yang penting kan aku paham materinya."
Deg.
Nuri tertegun mendengar jawaban Paijo, kemudian hanya diam tanpa kata sambil melangkahkan kaki keluar kelas mengikuti langkah teman-temannya.
"Nur, yang penting itu prosesnya. Hasil gapernah mengkhianati usaha. Satu yang aku pegang dari dulu, Manusia itu punya kewajiban untuk menuntut ilmu dari lahir sampai liang lahat. Ikhlas aja, tawakkal. Percaya ada yang terbaik dari yang baik." Paijo berjalan mendahului Nuri dan berlalu lekas meninggalkannya.
-Nurlailha Rhaenita Putri
TM Story
-------------------------------------
Kunjungi dan ikuti akun kami di
Facebook: Forkita FTP UB
Line:
Twitter:
Instagram: forkitaforkita
Youtube: Forkita Channel
Divisi Syiar Media
Insfire 2017
Forkita FTP UB